Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Juni 2010

Pengertian Sejarah

Menurut Bahasa

Kata "sejarah" berasal dari bahasa Arab, yaitu "syajaratun" artinya "pohon". Jika kita qiaskan secara sistematika, sejarah terqias bagaikan pohon, memiliki batang, akar, cabang, ranting, dahan dan buah, berawal dari bibit, lalu tumbuh dan berkembang, kemudian layu dan pada akhirnya tumbang. Kata sejarah juga bagaikan silsilah, kisah atau hikayat yang juga berasal dari bahasa Arab.1

Sejarah menurut bahasa perancis adalah "histoire". Orang Belanda menyebutnya sebagai "historie" dan orang Inggris memberinya nama "history", merupakan bahasa import dari Yunani, yaitu "istoria" yang artinya adalah "ilmu". Menurut defenisi umum, kata history berarti "masa lampau umat manusia". Dalam bahasa Jerman disebut "geschichte", berasal dari kata "geschehen" yang berarti terjadi.2 Sedangkan dalam bahasa Arab disebut "tarikh", berasal dari akar kata "ta'rikh" atau taurikh yang berarti pemberitahuan tentang waktu dan kadangkala kata "tarikhus syai'i" menunjukkan arti pada tujuan dan masa berakhirnya suatu peristiwa.3

Menurut Istilah

Mansur berkata ......."sejarah adalah catatan berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau (event in the past)".4 Dudung Abdurrahman berkata "dalam pengertian yang lebih seksama sejarah adalah kisah dan peristiwa masa lampau umat manusia."5

Ibnu Khaldun berpendapat, "sejarah adalah catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia; tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat, seperti keliaran, keramah tamahan, dan solidaritas golongan; tentang revolusi dan pemberontakan oleh segolongan rakyat melawan golongan yang lain dengan akibat timbulnya kerajaan-kerajaan dan negara-negara, dengan tingkat bermacam-macam; tentang bermacam-macam kegiatan dan kedudukan orang, baik untuk mencapai penghidupannya, maupun dalam bermacam-macam cabang ilmu pengetahuan dan pertukangan; dan pada umumnya, tentang segala perubahan yang terjadi dalam masyarakat karena watak masyarakat itu sendiri ...."6

Menurut Sidi Gazalba, "sejarah adalah gambaran masa lalu tentang manusia dan sekitarnya sebagai makhluk sosial, yang disusun secara ilmiah dan lengkap, meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberi pengertian dan kepahaman tentang apa yang telah berlalu itu."7

Dengan demikian, saya menyimpulkan bahwa sejarah adalah suatu kisah di masa lalu yang diceritakan dari satu atau beberapa orang keorang lain, baik berupa ucapan maupun tulisan, sehingga menjadi pengetahuan bagi orang di kemudian hari. www.putramahendragunawan.blogspot.com

Referensi:
  1. William H. Frederick dan Soeri Soeroto (ed), Pemahaman Sejarah Indonesia, Sebelum dan Sesudah Revolusi, Jakarta, LP3ES, hal. 1.
  2. Louis Gottschalk, Mengerti Sejarah, Jakarta, UI Press, 1986, hal. 27.
  3. Hasan Ustsman, Metode Penelitian Sejarah, Jakarta, Depag RI, 1986, hal. 6.
  4. Mansur, Peradaban Islam Dalam Lintasan Sejarah, Yogyakarta, Global Pustaka Utama, 2004, hal. 1.
  5. Dudung Abdurrahman, Metode Penelitian Sejarah, Jakarta, Logos, 1999, hal. 1.
  6. Dr. H. Bisri Affandi, Ma., (ed), Dirasat Islamiyah Jld III, Sejarah Dan Kebudayaan Islam, Surabaya, Anika Bahagia Offset, 1993, hal. 4.
  7. Sidi Gazalba, Pengantar Sejarah Ilmu, Jakarta, Bharata, 1966, hal. 11.

Senin, 13 April 2009

Kisah Qabil Dan Habil

KISAH BERDARAH QABIL DAN HABIL
Oleh : Putra Mahendra

www.putramahendragunawan.blogspot.com : Qabil dan Habil adalah dua putra insan manusia buah cinta Adam as dan Hawa. Kisahnya telah dituliskan di dalam Al-Qur'an Kitabullah, terdapat di surat Al-Maidah ayat 27-31, mari kita pelajari kisahnya:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَاناً فَتُقُبِّلَ مِن أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Artinya: "Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (Q. S. Al-Maidah, A. 27).

لَئِن بَسَطتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَاْ بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لَأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ

Artinya: "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam." (Q. S. Al-Maidah, A. 28).

إِنِّي أُرِيدُ أَن تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ وَذَلِكَ جَزَاء الظَّالِمِينَ

Artinya: "Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim." (Q. S. Al-Maidah, A. 29).

فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya: "Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi." (Q. S. Al-Maidah, A. 30).

فَبَعَثَ اللّهُ غُرَاباً يَبْحَثُ فِي الأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءةَ أَخِيهِ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَـذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءةَ أَخِي فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ
Artinya: "Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal." (Q. S. Al-Maidah, A. 31).

Kejadian Qabil dan Habil terjadi di Makkah Al-Mukarromah, karena Adam dan Hawa hidup di Makkah, namun setelah Qabil membunuh Habil si Qabil melarikan diri ke Yaman, sebagaimana yang dituliskan dalam kitab Thobari: "Qabil melarikan diri dari ayahnya (Adam) menuju ke Yaman." Hal ini dapat kita buktikan dengan keberadaan gunung Qasiyun di kota Damaskus dari arah utara terdapat satu gua yang bernama "Maghorotud Dam" artinya "gua darah", yang sangat cukup terkenal dalam sejarah, oleh masyarakat umum diyakini sebagai tempat Qabil membunuh Habil.

Di sebelah kanan jalan dari arah Damaskus menuju Zabdani dan Balaudan di wilayah At-Takiyah terdapat gunung menjulang tinggi dan di atas lembah Bardi ada satu kuburan yang panjangnya sekitar 15 (lima belas) meter, sebagian besar masyarakat menyakini kuburan ini sebagai kuburan Habil. Silahkan anda teliti kebenarannya ke tempat itu dengan didampingi oleh juru kunci sang kuburan agar anda tidak tersesat di sekitar kuburan yang saya maksudkan, selanjutnya beri tahu saya untuk kita satukan jalan ceritanya. Selebihnya Allahu a'lam bissawwab. www.putramahendragunawan.blogspot.com